Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

VISIT KEPAHIANG: BALI DI BUKAN-BALI


Di Bali?

Bukan, ini bukan di Bali, tapi ini di Desa Suro Bali, Kecamatan Ujan Mas, Kabupaten Kepahiang (Provinsi Bengkulu). Sebuah desa di tepi Sungai Musi, yang sekarang telah menjadi Danau Musi Suro, sedikit terpelosok jauh dari keriuhan jalan raya, hingga membuat suasananya pun tenang.

Bengkulu rasa Bali
sumber gambar

Berjarak kurang lebih 15 km dari Kepahiang (ibukota Kabupaten Kepahiang) Desa ini memang sangat bersuasana Bali, karena mayoritas penduduknya adalah transmigrasi yang berasal dari Provinsi Bali. Semua tata kehidupan masih berjalan sesuai dengan adat istiadat Bali, termasuk juga Upacara Ngaben dan hari-hari besar keagamaan lainnya.

Aku bersama seorang sahabat di depan gerbang pura di Desa Suro Bali
koleksi foto pribadi

Aku pribadi punya banyak sahabat di desa ini. Seperti Putu Nalie, sangat sering aku main ke rumahnya, apalagi waktu aku masih berdomisili di Kota Curup dulu. Biasa jalan saja, atau juga aku mengincar buah salak pondoh yang tertanam di samping rumahnya. Dan, salak pondoh sendiri merupakan salah satu andalan dari desa tersebut. Salak yang berukuran kecil namun manis itu banyak ditanam oleh penduduk desa, sebagaimana kawan itu juga.

Ada juga Pak Putu Mertah, ketua adat desa itu, yang bersamanya aku sering berbincang-bincang tentang kebudayaan. Orangnya ramah, bahkan sudah bisa juga berbahasa Rejang.

Desa-desa yang mengelilingi Suro Bali adalah desa-desa asli Kepahiang. Mayoritas masyarakat asli itu beragama Islam dan berbahasa Rejang. Bahkan, di sudut desa terdapat sebuah situs prasejarah, Petilasan Pagar Dewa. Situs yang diduga makam atau sebuah petilasan ini berkaitan erat dengan masyarakat Rejang, namun situs ini pun dihormati bahkan dijaga oleh masyarakat Desa Suro Bali. Kebun-kebun orang desa itu dengan orang-orang dari desa luar yang berbahasa Rejang juga banyak berdampingan.

Sungguh indah kerukunan dan keharmonisan desa-desa itu, sehingga belum pernah terjadi konflik  yang mengarah ke arah perpecahan. Paling juga ada ribut-ribut kecil lumrah, yang biasa saja terjadi dalam pergaulan sehari-hari.

Suro Bali telah menjadi bagian yang menyatu dengan Kepahiang!

Link foto-foto:
(1) http://www.radarpatpetulainews.com/2017/03/ratusan-warga-suro-bali-rayakan-nyepi.html
(2) https://twitter.com/TRANS7/status/819417398289793024



Emong Soewandi
Emong Soewandi Blogger sejak 2014, dengan minat pada sejarah, sastra dan teater

Post a Comment for "VISIT KEPAHIANG: BALI DI BUKAN-BALI"