Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

IKAN LAUT DI KOTA PEGUNUNGAN


Di sudut kota kami, di tepi jalan lintas Kepahiang Pagar Alam, tepatnya di dekat Desa Permu, Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu, setiap sore akan diramaikan oleh orang-orang berjual beli ikan laut. Mereka berbaris memenuhi tepi jalan yang sedikit mendaki itu. Sementara di seberang mereka terdapat tebingan yang di atasnya adalah pemakaman umum.


Sebenarnya ini bukanlah pasar resmi, bahkan telah sering terjadi pengusiran terhadap pedagang ikan itu. Tidak diketahui pula mengapa di sana menjadi “Pasar Kaget” jual beli ikan laut.


Kota kami jauh dari laut, maka ikan laut pun harus didatangkan dari Bengkulu, sekitar 70 km dari kotaku. Ikan-ikan itu dibawa oleh pedagang keliling menggunakan sepeda motor. Di jok belakang sepeda motor itu ada sebuah kotak yang sudah didesain sedemikian rupa, lengkap dengan es batunya, untuk bisa membawa ikan tetap dalam kondisi segar. Seharian penuh, para pedagang keliling itu akan menjajakan ikannya hingga ke desa-desa.


Ketika hari sudah menjelang sore, ikan-ikan itu biasanya dibeli atau juga diutangkan kepada pedagang-pedagang “kagetan” yang kemudian akan melakukan “reseller” ikan-ikan di pasar kaget itu.


Banyak warga dan juga pengusaha-pengusaha rumah makan suka membeli ikan-ikan di sana. Walaupun harga lebih mahal dibanding di pasar resmi, namun kondisi ikannya lebih segar. Di pasar resmi, kata mereka ikannya sering ikannya sudah beberapa hari, yang walaupun oleh pedagangnya disimpan dalam frezzer, tetapi rasanya kurang enak lagi.


Pada akhirnya, memang, pada hari ini, "pasar" ini tak ada lagi. Ilegal, juga membuat kotor kota, atau juga mengganggu lalu lintas serta membahayakan pemakai jalan, pasar ini harus tidak boleh ada lagi. Ada dugaan juga, para pedagang itu telah sering membuang sampah-sampah ke sungai, yang berada di bawah jalan tempat mereka berjualan. Dikuatirkan akan mengotori dan mencemarkan air sungai, menjadi alasan mereka dilarang berjualan lagi di sana.

Ya, sudah nasib pasar ilegal, mau pindah kemana terserah, pokoknya pindah. Namanya juga pasar kaget, kaget-kagetan muncul, kaget-kagetan juga hilangnya.

Tentang pedagang keliling itu, saat malam, sekitar pukul 20.00 WIB, mereka  segera pulang ke Bengkulu. Dengan cara konvoi, mereka akan menembus malam, pulang ke rumah dan beristirahat. Saat dini hari mereka mesti bangun, karena harus bergerak membeli ikan-ikan dari nelayan yang mendarat atau di Tempat Pelelangan Ikan, untuk selanjutnya diedarkan ke masyarakat luas.

----------------------------------------------
Semua wajah dalam foto ditayangkan telah dengan izin yang bersangkutan, yang disampaikan saat pemotretan

All pictures : Private Collection
Taken by: Canon EOS 100D
Edited by: Photoshop Lightroom
Location : Kepahiang, Bengkulu - Indonesia
Emong Soewandi
Emong Soewandi Blogger sejak 2014, dengan minat pada sejarah, sastra dan teater

Post a Comment for "IKAN LAUT DI KOTA PEGUNUNGAN"