Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

PUISI-PUISI EMONG SOEWANDI

BEBERAPA PUISI DI LITTERA EMONG SOEWANDI
(BULETIN SASTRA TAMAN BUDAYA JAWA TENGAH) No. III 2010



PERJALANAN DALAM TAHAJUD

kalau tidur memang telah jadi tepian maut
sebelum tikungan maka turunkanlah kecepatan
hentikan malam sejenak
ke sisian. tempat petualang sering menjumpa kekasihnya
biar sebentar singgah untuk ziarahi suka-duka abadi
dan sekedar bertanya kita pada siapa pun di sana
atau melihat peta kota di persimpangan
seperti apa keinginan harus diujungkan

sementara engkau pun tahu
bahwa kehidupan adalah jalan raya
dalam kota yang sibuk ini untuk perjalanan panjang
di mana kita selalu perlu kendaraan yang baik
untuk membataskannya
mari
hentikan malam sejenak
ke sisian. tempat petualang sering menjumpa kekasihnya

kepahiang, 29 september 2008
------------------------------------

PELAYAR YANG MEMBENCI PELABUHAN
(buat seorang yang menolak kubur karena tak ingin mati)

berlayarlah, berlayarlah
tinggalkan pulau anjing-anjing waktu
telah kukemaskan rindu untuk kau santap
kalau gelombang yang menangisi teka-teki
memukul dinding perahumu

jangan temui pantai yang membenci kenangan!
jangan singgahi dia yang tawarkan masa depan!

bukankah kita sepakat:
“tak ada persimpangan di lautan?”

kepahiang, 27 desember 2006
---------------------------------

ORASI SEBELUM TIDUR

di jendela yang belum ditutup kita naiki
perahu-perahu yang melayari malam
lalu menyeberangkan separuh kisah.
tentang gundah pahlawan di perburuan
telah mencoba jadi martir dalam yudha
yang dirancang sejak adam harus turun ke bumi.

sementara di bingkai jendela dua noktah cahaya kunang-kunang
berputar-berpindah meruang tak-beraturan
namun seperti memberi tanda
tentang pulau-akhir di kelam yang melaut
di mana kelak sebuah requiem akan dibangun

- kemudian orang-orang mungkin sepakat menyebutnya pelabuhan

kita akan tiba
- atau memang telah tiba -
tanpa perlu untuk menunggu
karena hidup itu sendiri adalah camar
yang dirindu untuk hinggap di puncak tiang layar
namun entah kapan dia mulai terbang dari atas bahtera nuh

kepahiang, februari 2010
Emong Soewandi
Emong Soewandi Blogger sejak 2014, dengan minat pada sejarah, sastra dan teater

Post a Comment for "PUISI-PUISI EMONG SOEWANDI"