Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

VISIT BENGKULU: PESONA BUKIT KANDIS

Sebuah Karang Purba Raksasa

Dari ketinggian Bukit Barisan, Bukit Kandis menyerupai Spinx Mesir Kuno, begitu gagah berlatarbelakangkan garis cakrawala Samudera Indonesia. Terlihat dari banyak jurusan di beberapa kabupaten, karang raksasa ini pun seolah telah jadi tiang penyanggah langit di atas bumi Bengkulu.

Aku belum pernah sebelumnya ke Bukit Kandis, sebuah ikon Bengkulu Tengah dan tentu saja salah satu ikon bagi Provinsi Bengkulu..

Terkantuk-kantuk di jok sepeda motor dalam perjalanan ke Bengkulu bersama Deri, teman satu sanggar teaterku, aku teringat dengan cerita Panca, adikku yang hobi bersepeda, jika dia sering gowes sepeda ke Bukit Kandis. Saat melewati wilayah Talang Empat, aku pun bertanya pada Deri yang tengah mengendarai sepeda motor, apakah dia sudah pernah ke Bukit Kandis. Deri menjawab sudah pernah. Hm, kalau begitu, yuk, kita kesana, ajakku.

ke Bukit Kandis


dari Bukit Kandis

Dari sebuah simpangan di jalan provinsi, di Desa Durian Demang, kami memasuki jalan berbatu, yang cukup mengocok tulang-tulang kita. Selanjutnya, kita akan melewati beberapa pendakian tianan yang di kiri-kanannya berupa kebun-kebun rakyat, juga perkebunan-perkebunan kepala sawit, yang saat kami lewati, belum pada masa panen.

Bukit Kandis merupakan sebuah karang raksasa yang tinggi menjulang. Terletak dalam wilayah Desa Durian Demang, Kecamatan Talang Empat, Kabupaten Bengkulu Tengah – Provinsi Bengkulu. Dari Durian Demang bukit ini berjarak 12 km. Sementara dari Kota Bengkulu sendiri Durian Demang berjarak 42 km. Desa Durian Demang sebagai wilayahnya berada di jalan poros provinsi dari Kota Bengkulu ke Kabupaten Kepahiang, Kabupaten Rejang Lebong dan menuju Provinsi Sumatera Selatan.

Bukit ini memiliki panjang hampir 700 meter, dengan puncak tertingginya kurang lebih 50-70 meter. Di sekeliling bukit itu hanya padang alang-alang, karena tanahnya mengandung batuan yang tidak memungkinkan banyak pohon dapat tumbuh dengan baik.

Dulu bukit batu ini berada di tengah hutan, yang kemudian dibuka akses jalan menuju ke sana, ketika pembangunan Pelabuhan Pulau Bai. Sebagai dinding bukit ini diambil batunya dengan cara diledakkan menggunakan dinamit. Batu-batuan itu dipergunakan untuk pembangunan dermaga Pulau Bai.

Sekarang Bukit Kandis merupakan obyek favorit bagi pencinta panjat tebing. Pada waktu-waktu tertentu akan berkumpul para pemanjat tebing, yang bahkan datang dari luar Provinsi Bengkulu, akan menjajal dinding raksasa itu. Katanya, dinding bukit Kandis memiliki tingkat kesukaran tersendiri, karena batuannya banyak yang tajam dan rapuh. Dan memang, tidak banyak pada pemanjat yang bisa sukses sampai di puncaknya.

Juga sesekali pencinta alam atau pramuka melakukan perkemahan di kaki bukit itu. Namun, untuk berkemah di sana harus diperhatikan, bahwa tidak ada sumber air terdekat. Jadi, lebih baik membawa suplai air sendiri dalam jumlah yang cukup. Walaupun begitu, karena memiliki pemandangan yang indah dan alam yang sejuk, Bukit Kandis pun tetap menjadi salah satu pilihan utama untuk berkemah atau camping.

Katanya, dalam hutan yang mengelilingi Bukit Kandis dulunya banyak ditumbuhi pohon asam kandis (Garcinia xanthochymus). Pohon-pohon kandis itu sekarang memang sudah tidak ada lagi, namun telah diabadikan sebagai nama bukit yang melulu batu itu.

Semua foto koleksi pribadi menggunakan : Canon EOS 100D

Emong Soewandi
Emong Soewandi Blogger sejak 2014, dengan minat pada sejarah, sastra dan teater

Post a Comment for "VISIT BENGKULU: PESONA BUKIT KANDIS"